banner 468x60

MUDIR PPMDI : Khutbah ‘Iedul Adha 1432 H/2011 M, di POLRES Serang

banner 160x600
banner 468x60

KHUTBAH โ€˜IEDUL ADHA 1432 H / 2011 M

Husnudzon Terhadap Perintah Allah Mendatangkan Keberkahan

Oleh Drs. KH. Sulaeman Maโ€™ruf

Ahad, 10 Dzulhijjah 1432 H / 06 November 2011 M

Di POLRES Serang

ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ (9ู…ุฑุงุช) ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุŒ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

ุงู„ุญู…ุฏู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ุงุฆู„ ูู‰ ุงู„ู‚ุฑุฃู† ุงู„ุนุธูŠู… : ุงู„ูŠูˆู… ุฃูƒู…ู„ุช ู„ูƒู… ุฏูŠู†ูƒู… ูˆุฃุชู…ู…ุช ุนู„ูŠูƒู… ุชุนู…ุชู‰ ูˆุฑุถูŠุช ู„ูƒู… ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุฏูŠู†ุง

ูˆุงู„ู‚ุงุฆู„ ููŠู‡ ุงูŠุถุง : ูˆู…ู† ูŠุจุชุบ ุบูŠุฑ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุฏูŠู†ุง ูู„ู† ูŠู‚ุจู„ ู…ู†ู‡

ูˆุงู„ู‚ุงุฆู„ ููŠู‡ ุงูŠุถุง : ุฅู†ุงู‘ ุฃุนุทูŠู†ุงูƒ ุงู„ูƒูˆุซุฑ, ูุตู„ู‘ ู„ุฑุจู‘ูƒ ูˆุงู†ุญุฑ, ุฅู†ู‘ ุดุงู†ุฆูƒ ู‡ูˆ ุงู„ุฃ ุจุชุฑ

ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ุงู„ู‚ุงุฆู„

(( ุงู† ุงู„ู„ู‡ ูŠู‚ูˆู„ : ( ูŠุฃูŠู‘ู‡ุง ุงู„ู†ุงุณ ุฅู†ู‘ุง ุฎู„ู‚ู†ุงูƒู… ู…ู‘ู† ุฐูƒุฑ ูˆุฃู†ุซู‰ ูˆุฌุนู„ู†ุงูƒู… ุดุนูˆุจุง ูˆู‚ุจุงุฆู„ ู„ุชุนุงุฑููˆุง, ุฅู†ู‘ ุฃูƒุฑู…ูƒู… ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฃุชู‚ุงูƒู… )

ูู„ูŠุณ ู„ุนุฑุจูŠ ุนู„ู‰ ุนุฌู…ูŠ ูุถู„, ูˆู„ุง ู„ุนุฌู…ูŠ ุนู„ู‰ ุนุฑุจูŠ ูุถู„, ูˆู„ุง ู„ุฃุณูˆุฏ ุนู„ู‰ ุงุญู…ุฑ ูุถู„, ูˆู„ุง ู„ุฃุญู…ุฑ ุนู„ู‰ ุงุณูˆุฏ ูุถู„ ุฅู„ุง ุจุงู„ุชู‚ูˆู‰ ูŠุงู…ุนุดุฑ ู‚ุฑูŠุด ู„ุงุชุฌูŠุฆูˆุง ุจุงู„ุฏู†ูŠุง ุชุญู…ู„ูˆู†ู‡ุง ุนู„ู‰ ุฑู‚ุงุจูƒู…, ูˆุชุฌูŠุฆ ุงู„ู†ุงุณ ุจุงู„ุขุฎุฑุฉ, ูุฅู†ู‰ ู„ุง ุฃุบู†ู‰ ุนู†ูƒู… ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ุดูŠุฆุง, ุฃูŠู‡ุง ุงู„ู†ุงุณ ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ู‚ุฏ ุฃุฐู‡ุจ ุนู†ูƒู… ุนุจูŠุฉ ุงู„ุฌุงู‡ู„ูŠุฉ ูˆุชุนุงุธู…ู‡ุง ุจุขุจุงุฆู‡ุง ูุงู„ู†ุงุณ ุฑุฌู„ุงู† = ุฑุฌู„ ุชู‚ูŠู‘ ูƒุฑูŠู… ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡, ูˆูุงุฌุฑ ุดู‚ูŠ ู‡ูŠู† ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡, ูˆุงู„ู†ุงุณ ุจู†ูˆุขุฏู… ูˆุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡ ุขุฏู… ู…ู† ุชุฑุงุจ ))

ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ ุŒ ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู…ุญู…ุฏุง ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ (9ู…ุฑุงุช) ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑุŒ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏุŒ

Jama’ah shalat ‘Ied Adha Rahimakumullah

Melalui khutbah ini saya mengajak diri saya dan para hadirin hadirat sekalian untuk meningkatkan iman dan taqwa kita semua, sehingga kita memperoleh keberkahan hidup baik di dunia maupun di akherat, kemudian marilah kita sama-sama menghirup udara di pagi yang cerah ini semoga kecerahan pagi ini akan menjadi kecerahan kita juga dimasa yang akan datang, hal itu disebabkan karena kita semua meyakini bahwa Islam adalah agama yang terakhir yang turun ke muka bumi dan Allah telah menyempurnakannya sebagai suatu agama dari pada agama-agama yang turun sebelumnya dengan kitab suci Al-qur’an sebagai pedoman atau panduannya. Islam diturunkan kepada Nabi dan Rosulnya yang terakhir pula yang tidak ada lagi Nabi dan Rosul yang turun setelah kenabian dan kerosulannya yaitu Nabi Muhammad SAW. Beliau manusia pilihan dan tauladan bagi kita dan ummat manusia dalam pengamalan ajaran agama yang hak dan penataan kehidupan di dunia ini, sehingga apabila kita sebagai kaum muslimin mau menjadikan al-qur’an dan kehidupan beliau sebagai pedoman dalam pelaksanaan ajaran agama dan penataan kehidupan ini niscaya kehidupan kita bagaikan memiliki cahaya yang terang benderang. Diantara isi kandungan al-qur’an dan perjalanan kehidupan Nabi kita Muhammad SAW yang patut kita tauladani dan ikuti adalah memahami dan mengikuti jejak Nabi Ibrahim dan Ismail As, dan Siti Hajar.

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

A.ย ย Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail As

Nabi Ibrahim adalah seorang Nabi yang telah banyak diuji oleh Allah SWT mengenai ketaatannya kepada perintah Allah dan keyakinannya yang teguh kepada ajaran tauhid (Keesaan Allah) dan meninggalkan kemusyrikan secara total meskipun harus berpisah dengan ayahnya yang menyembah berhala dan pembuat patung, meskipun harus menerima ancaman dibakar hidup-hidup, meskipun melakukan perjalanan yang jauh dan panjang di pandang tandus dan terik matahari, meskipun harus menyembelih anaknya Ismail As dan meskipun harus meninggalkan anak dan isterinya dalam keadaan tidak ada jaminan hidup. Kalau itu semuanya harus dilakukan karena perintah Allah, dan mempertahankan dan ketauhidan maka dijalaninya semua itu dengan sebaik-baiknya sehingga hasilnya adalah

  1. Ia memperoleh kemakmuran dan keberkahan hidup, bukan kesengsaraan
  2. Api yang mestinya membakar dengan izin Allah, berubah menjadi sesuatu yang menyejukan
  3. Tempat yang semula tandus dan tidak ada penghuninya berubah menjadi tempat yang suci, ramai dan penuh dengan kemakmuran karena banyak dikunjungi orang sebagai tempat ibadah haji dan umroh
  4. Demikian pula anaknya Ismail As telah lahir menjadi sosok anak yang shaleh yang taat kepada Allah dan taat kepada kedua orang tuanya.

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

Mengapa semuanya itu bisa terjadi? Jawabannya adalah dikarenakan Allah nampaknya sedang mengajari kita bagaimana caranya mendidik anak menjadi anak yang shaleh. Sebagai contoh Ismail As sejak kecil Ia tumbuh dilingkungan yang kuat memegang prinsip agama tauhid dan keyakinan yang total kepada perintah Allah SWT. Ayah ibunya adalah orang tua yang tangguh meskipun harus menyeberangi lautan, padang yang tandus, berbagai kesulitan dan mara bahaya, mereka selalu siap melakukannya kalau semua yang harus dijalani itu datang dari Allah dan sebagai perintahNya. Karena bagi mereka ada suatu keyakinan bahwa Allah tidak mungkin meninggalkannya, Allah tidak mungkin membiarkannya tanpa memberikan pertolonganNya dan solusi yang baik, buktinya apa? Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim As, untuk menyembelih anaknya Ismail As yang nampaknya tidak rasional itu tetap dilaksanakan karena didasari husnudzon atau baik sangka kepada Allah SWT. Mungkin dalam benak Ibrahim As terbetik pemikiran bahwa Allah sedang mengujinya, apakah ia lebih mencintai anaknya Ismail As atau Allah SWT. Dalam kenyataannya ternyata Nabi Ibrahim As membuktikan dirinya bahwa ia lebih mencintai Allah daripada anaknya. Setelah melalaui dialog dengan anaknya Ismail As, ternyata Ismail pun sama dengan ayahnya, yaitu lebih mencintai Allah daripada dirinya sendiri. Diapun menyatakan siap, menyerahkan jiwanya kepada Allah. Karena pada hakekatnya ia tidak punya apa-apa. Dirinya adalah milik Allah juga, Akhirnya Allah menyatakan keduanya lulusan ujian, setelah keduanya tanpa ragu-ragu melaksanakan perintah Allah, seketika itu juga nyawanya diganti dengan seekor kambing gibas yang besar. Maka akhirnya yang disembelih bukan Ismail As tetapi seekor kambing. Peristiwa ini di abadikan menjadi ibadah qurban yang oleh ummat Islam sampai dengan saat sekarang ini, terus dilakukan. Qurban adalah suatu ibadah sunnah yang sangat besar manfaatnya. Bentuknya adalah dengan menyembelih seekor kambing, sapi, kerbau atau unta dalam rangka taqorub kepada Allah SWT. Diantara manfaatnya adalah :

  1. Meneruskan dan mengabadikan ajaran Nabi Ibrahim dan Ismail As
  2. Menyambung silaturahim dan ukhuwah serta menunjukan kepedulian kepada kaum fakir dan miskin dengan pembagian dagingnya
  3. Setiap bulu hewan yang dikurbankan dihitung sebagai satu kebaikan.

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

Tentu saja pahala yang diberikan Allah SWT kepada orang yang berqurban akan berbeda-beda satu dengan lainya tergantung dari keikhlasan masing-masing. Semoga kita yang hadir pada saat sekarang ini diberi kemampuan untuk melaksanakan ibadah qurban sekecil apapun dan sebesar apapun penuh keikhlasan.

Dari Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail As hendaknya kita ambil pelajaran dan buktikan dalam kehidupan sehari-hari kita yaitu lebih mengutamakan Allah daripada makhluknya termasuk diri kita sendiri. Bagaimana siap? Kalau siap berarti kita siap melaksanakan perintah Allah. Dimana perintah Allah itu adanya? Ada di al-qur’an dan di Sunnah Rasul-Nya. Kita sebenarnya sudah melaksanakan tapi mungkin masih setengah-setengah atau kita sudah bersungguh-sungguh melaksanakannya tapi mungkin belum maksimal atau kurang maksimal. Beberapa contoh perintah Allah adalah : Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji. Contoh yang lain adalah : Menuntut Ilmu, tidak berbuat dzalim, dan jujur, memilih memimpin, amanah dalam memegang jabatan, tidak khianat, banyak beramal shaleh dan lain sebagainya. Dalam hal pelaksanaan perintah Allah itu maksimal dan tidaknya bisa diambil contoh sebagai berikut : kalau sudah adzan berkumandang apakah yang kita pilih? Pekerjaan atau shalat, contoh yang lain menuntut ilmu adalah perintah Allah apakah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan tekun atau sekedar dapat ijazah dan sertifikat meskipun harus menyontek dan menyogok. Padahal menuntut ilmu itu adalah perintah Allah yang harus benar cara melaksanakannya, karena sebagai jalan menuju syurga tentu tidak boleh dilakukan kebohongan dan tipu daya tetapi harus dilaksanakan dengan keimanan dan amal shaleh supaya kita memperoleh Rahmat dan kedudukan yang tinggi dari Allah SWT.

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

B.ย ย ย ย  Pelajaran yang bisa dipetik dari Siti Hajar

Siti Hajar adalah seorang ibu dari Ismail As dan isteri dari Nabi Ibrahim As, sosok wanita yang taat kepada Allah dan taat kepada suaminya. Demi ketaatan kepada keduanya diarunginya berbagai ujian perjalanan jauh, padang tandus, kehausan dan kelaparan. Dia sosok wanita yang tangguh dan pantang menyerah serta selalu berbaik sangka (Husnudzon) kepada Allah SWT. Allah SWT pun kemudian mengabadikan ketabahan kegigihan dan ketangguhannya dalam berbakti kepada Allah SWT dan taat kepada suaminya dalam bentuk ibadah sa’i, yaitu berjalan dan berlari sebanyak 7x antara bukit shofa dan marwah. Demikian pula sumur zam-zam yang airnya tidak pernah habis dan kering meskipun harus diminum oleh jutaan manusia setiap hari sekaligus menjadi obat bagi yang meminumnya. Dari suami yang shaleh dan isteri yang shalehah ditambah dengan gemblengan langsung dari Allah SWT maka lahirlah seorang anak yang shaleh yaitu Ismail As, Siapapun orangnya pasti punya keinginan yang baik diantaranya adalah mendambakan putera dan puterinya menjadi anak yang shaleh. Kalau yang mempunyai keinginan itu kita, maka dapat mengambil pelajaran dari kisah Siti Hajar itu, yaitu; kita harus berusaha menjadikan diri kita shaleh terlebih dahulu agar anak kita pun juga menjadi shaleh dengan tauladan kita. Disamping kita pun harus banyak berdoa kepada Allah SWT. Anak adalah aset kita sebagaimana harta dan ilmu. Bagaimana supaya aset anak, harta dan ilmu kita berkembang meskipun kita sudah tidak ada di dunia ini? Maka jawabannya adalah kalau harta harus disodaqohjariahkan, kalau anak harus dididik sehingga menjadi anak-anak yang shaleh, kalau ilmu harus diajarkan dan diamalkan

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

C.ย ย ย  Pelajaran yang bisa dipetik dari Ibadah Haji

Haji adalah Ibadah yang memerlukan kekuatan fisik jiwa dan harta. Sejak kemarin jutaan orang yang melaksanakan haji terkonsentrasi di padang arafah, tadi malam mereka menuju Mudzdalifah untuk mabit dan mencari batu-batu kecil untuk melempar atau balang jumroh di Minah. Balang Jumroh adalah ibadah yang menggambarkan permusuhan kita terhadap setan dengan bentuk melempar batu 7x ke arah 3 buah tugu batu. Setan adalah musuh kita yang terus menerus mengganggu dan berusaha menarik kita supaya mengikuti mereka dan supaya sama-sama terjerumus masuk neraka. Apakah upaya setan itu? Mereka berusaha menyesatkan kita, membujuk kita supaya berbuat maksiat dan segala bentuk kemungkaran seperti zina, korupsi, mencuri, narkoba, malas, durhaka kepada orang tua, tidak menghormati guru, tidak disiplin, dan lain sebagainya.

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

Jutaan orang dari berbagai Negara, Suku, Bangsa, Bahasa, warna kulit berkumpul dengan satu tujuan memenuhi panggilan Allah dengan ucapan Talbiyah

ู„ุจูŠูƒ ุงู„ู„ู‡ู… ู„ุจูŠูƒ, ู„ุจูŠูƒ ู„ุงุดุฑูŠูƒ ู„ูƒ ู„ุจูŠูƒ ุฅู† ุงู„ุญู…ุฏ ูˆุงู„ู†ุนู…ุฉ ู„ูƒ ูˆุงู„ู…ู„ูƒ ู„ุงุดุฑูŠูƒ ู„ูƒ

Aku penuhi panggilan Mu Ya Allah, Aku penuhi panggilan Mu tiada sekutu bagi Mu, aku penuhi panggilan Mu sesungguhnya segala puji keni’matan dan kekuasaan milik Mu tidak ada sekutu bagiMu

Ucapan talbiyah itu terus dikumandangkan ketika seseorang sudah memakai pakaian Ihram yang serba putih dan dibarengi dengan niat Haji atau Umroh serta berangkat dari mi’qot menuju Mekkah al-mukarromah atau dari pemondokan menuju Arafah dan Arofah menuju Minah

Dalam ibadah haji terhimpun banyak manfaat, karena pertemuan akbar kaum muslimun sedunia sehingga dengan demikian saat itu bisa dijadikan tempat konprensi internasional untuk membahas berbagai persoalan ummat Islam sedunia baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan maupun agama itu sendiri. Sehingga dengan demikian bisa dijadikan wasilah untuk saling bantu membantu antara ummat Islam dari skala yang paling kecil sampai yang terbesar

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

  1. D.ย ย ย  Bagaimana menghadapi dunia sekarang? Yang lebih cenderung mengabaikan agama.

Problematika Ummat Islam pada masa sekarang ini adalah masalah keterbelakangan ummat dalam bidang politik, ekonomi. Ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka ummat Islam harus mau mengejar ketertinggalannya dengan mau belajar dengan sungguh-sungguh kepada ummat atau bangsa lain yang sudah maju. Tentu saja dengan cara tidak mengekor, membabi buta,. Tapi ummat Islam harus menyadari, bahwa mereka pernah mengalami kejayaan dan keemasannya ketika mereka berpegang teguh pada ajaran agamanya, karena ajaran Islam tidak melarang dan memisahkan antara agama dan politik, agama dan ekonomi, agama dan ilmu pengetahuan, agama dan tekhnoligi. Segala hal yang akan membawa kemaslahatan ummat adalah bagian daripada agama baik politik, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pemisahan agama dari hal-hal tersebut adalah penyimpangan. Inilah bedanya antara agama Islam dengan agama-agama lain. Semua ajarannya dapat disimpulkan misinya dalam sebuah hadits Nabi SAW :

ุฅู†ู…ุง ุจุนุซุช ู„ุงุชู…ู‘ ู…ูƒุงุฑู… ุงู„ุฃุฎู„ุงู‚

Aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan budi pekerti yang baik

Sebagai contoh ibadah shalat diwajibkan karena kalau dilaksanakan dengan benar akan mencegah perbuatan keji dan mungkar.ย  Perbuatan keji dan mungkar adalah perbuatan yang tidak disukai oleh seluruh ummat manusia dimanapun dan kapanpun. Contoh yang lain adalah perbuatan zina, dilarang karena perbuatan ini akan merusak fisik dan mental ummat manusia baik perorangan maupun generasi atau bangsa. Dalam hadits Nabi disebutkan; Bahwa ketika perbuatan zina meraja lelah maka datang penyakit yang tidak ada obatnya. Bagaimana pencegahannya? Yaitu dengan cara menghindari atau tidak membiarkan berkembangnya pergaulan dan seks bebas dan mengajak seluruh lapisan masyrakat untuk kembali melaksanakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya.

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

E.ย ย ย ย  Kesimpulan

  1. Kita diharapkan mengikuti jejak Nabi Ibrahim As dan Ismail As dalam menyambut perintah Allah dengan selalu Husnudzon
  2. Untuk melahirkan anak yang shaleh maka kita harus menyiapkan untuk anak kita lingkungan yang shaleh pula diantaranya dengan mencarikan untuk anak kita calon suami dan calon isteri yang shaleh pula
  3. Ibadah haji mengajari kita untuk saling kenal mengenal antar berbagai suku dan bangsa sehingga akan saling memberikan manfaat satu sama lain
  4. Kekuatan ummat Islam terdapat pada ajaran agamanya, maka kelemahan ummat Islam bisa diobati apabila ummat Islam mau kembali berpegang teguh dengan sesungguhnya kepada ajaran agamanya.

ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ู„ู‰ ูˆู„ูƒู… ูู‰ ุงู„ุขูŠุงุช ูˆุงู„ุฐูƒุฑ ุงู„ุญูƒูŠู… ูˆุชู‚ุจู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ู‰ ูˆู…ู†ูƒู… ุชู„ุงูˆุชู‡ ุฅู†ู‡ ู‡ูˆ ุงู„ุบููˆุฑ ุงู„ุฑุญูŠู…

II

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ (7ู…ุฑุงุช) ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุŒ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ุŒ

ย ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ู†ุญู…ุฏู‡ ูˆู†ุณุชุนูŠู†ู‡ ูˆู†ุณุชุบูุฑู‡ ูˆู†ุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุดุฑูˆุฑ ุฃู†ูุณู†ุง ุŒ ูˆู…ู† ุณูŠุฆุงุช ุฃุนู…ุงู„ู†ุง ุŒ ู…ู† ูŠู‡ุฏ ุงู„ู„ู‡ ูู„ุง ู…ุถู„ ู„ู‡ ุŒ ูˆู…ู† ูŠุถู„ู„ ูู„ุง ู‡ุงุฏูŠ ู„ู‡ ุŒ ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู…ุญู…ุฏุง ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ,ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†. ูˆุจุนุฏ ุŒ

ููŠุง ุฃูŠู‡ุง ุงู„ู…ุณู„ู…ูˆู†ุŒ ุฃุตูŠูƒู… ูˆุฅูŠุงูŠ ุจุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุทุงุนุชู‡ ููŠ ูƒู„ ูˆู‚ุช ู„ุนู„ูƒู… ุชูู„ุญูˆู†. ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ : { ูŠูŽุงุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽูƒููˆู†ููˆุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ{ (ุงู„ุชูˆุจุฉ 119).

ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูˆู…ู„ุงุฆูƒุชู‡ ูŠุตู„ูˆู† ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ูŠุง ุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ุตู„ูˆุง ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ูˆุง ุชุณู„ูŠู…ุง. ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ููŠ ุงู„ุฃูˆู„ูŠู† ูˆุตู„ ุนู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ููŠ ุงู„ุขุฎุฑูŠู†. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ู†ุง ุฐู†ูˆุจู†ุง ูˆูƒูุฑ ุนู†ุง ุณูŠุฆุงุช ูˆุชูˆูู†ุง ู…ุน ุงู„ุฃุจุฑุงุฑ . ุงู„ู„ู‡ู… ุฅู†ุง ู†ุณุฃู„ูƒ ู…ู† ุงู„ุฎูŠุฑ ูƒู„ู‡ ุนุงุฌู„ู‡ ูˆุขุฌู„ู‡ ู…ุง ุนู„ู…ู†ุง ู…ู†ู‡ ูˆู…ุงู„ู… ู†ุนู„ู… ูˆู†ุนูˆุฐุจูƒ ู…ู† ุงู„ุดุฑ ูƒู„ู‡ ุนุงุฌู„ู‡ ูˆุขุฌู„ู‡ ู…ุง ุนู„ู…ู†ุง ู…ู†ู‡ ูˆู…ุง ู„ู… ู†ุนู„ู….

Ya Allah ampunilah kesalahan dan dosa kami, kesalahan dan dosa kedua orangtua kami, para pemimpin kami dan kaum muslimin dan muslimat seluruhnya-perbaikilah keadaan kami dan mereka semuanya, jauhkanlah kami dari berbagai bahaya dan kesengsaraan dan tabahkanlah kami kalau Engkau tetap menguji kami dengan berbagai cobaan dan musibah.

ย ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ู†ุง ูˆู„ุฅุฎูˆุงู†ู†ุง ุงู„ุฐูŠู† ุณุจู‚ูˆู†ุง ุจุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูˆู„ุง ุชุฌุนู„ ููŠ ู‚ู„ูˆุจู†ุง ุบู„ุง ู„ู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ุฑุจู†ุง ุฅู†ูƒ ุฑุคูˆู ุฑุญูŠู…. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ุงุช ูˆุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆุงู„ู…ุคู…ู†ุงุช ุงู„ุฃุญูŠุงุก ู…ู†ู‡ู… ูˆุงู„ุฃู…ูˆุงุช ุฅู†ูƒ ุบููˆุฑ ุฑุญูŠู….

ุนุจุงุฏ ุงู„ู„ู‡ ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุฃู…ุฑ ุจุงู„ุนุฏู„ ูˆุงู„ุฅุญุณุงู† ูˆุฅูŠุชุงุก ุฐูŠ ุงู„ู‚ุฑุจู‰ ูˆูŠู†ู‡ู‰ ุนู† ุงู„ูุญุดุงุก ูˆุงู„ู…ู†ูƒุฑ ูˆุงู„ุจุบูŠ ูŠุนุธูƒู… ู„ุนู„ูƒู… ุชุฐูƒุฑูˆู†ุŒ ูุงุฐูƒุฑูˆุง ุงู„ู„ู‡ ูŠุฐูƒุฑูƒู… ูˆู„ุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ….

ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุŒ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุŒ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุŒ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ุŒ ุงู„ู„ู‡ ุฃูƒุจุฑ ูˆู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ. ุชู‚ุจู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ุง ูˆู…ู†ูƒู… ูˆูƒู„ ุนุงู… ูˆุฃู†ุชู… ุจุฎูŠุฑ ุŒ

ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

Email Autoresponder indonesia
author

quran in mY heart
sciNce in mY mind

No Response

Leave a Reply