banner 468x60

MUDIR : Khutbah Jum’at di Masjid Raya Banten

banner 160x600
banner 468x60

Khutbah Jum’at di Masjid Raya Banten
Jum’at, 16 Desember 2011
oleh Drs. KH. Sulaeman Ma’ruf
 

Khutbah Pertama

 

بـِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلـَيْكـُمْ وَرَحْمَة ُاللهِ وَ بـَرَكـَاتـُهُ

 

الحَمْدُ للهِ القـَاهِرُ بـِقـُدْرَتِهِ, الظَّاهِرُ بـِعِزَّتِهِ, الغَالِبُ بـِقـُوَّتِهِ خَلـَقَ الخـَلـْقَ عَلىَ غَيْرِ مِثـَالٍ, هُوَالأوَّلُ لـَيْسَ قـَبْلـَهُ شَيْءٌ, هُوَالآخِرُ لـَيْسَ بَعْدَهُ شَيْءٌ, هُوَ الظـَّاهِرُ لـَيْسَ فـَوْقـَهُ شَيْءٌ, وَهُوَ البَاطِنُ لـَيْسَ دُوْنـَهُ شَيْءٌ.

المُنـْشِىءُ لِمَا شَاءَ بـِمَشِيْـئـَتِهِ, وَ لـَمَا سَبَقَ عِنــْدَهُ فِي عِلـْمِهِ وَ اِذاَ اَرَادَ شَيْئـًا اَنْ يَقـُوْلَ لـَهُ كـُنْ فـَيـَكـُوْنُ, سُبْحَانـَهُ جَلَّ ثـَنـَاؤُهُ, وَ تـَقـَدَّ مَتْ اَسْمَاءُهُ عَلىَ مَا يَسْـتـَحِقُّ ذالِكَ مِنْ خـَلـْقِهِ, وَ كـَمَا هُوَ اَهْلُ ذالِكَ فِي كِبْرِيَائِهِ وَ عَظـَمَتِهِ وَ جَلاَلـَهُ.

.

وَاَشْهَدُ اَن لاَ اِلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لـَهُ, وَلاَ رَبٌّ سِوَاهُ, وَلاَ نـَعْـبُدُ اِلاَّ اِيَّاهُ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ سَيـِدََ نـَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلـَهُ بَعـَثـَهُ اللهُ لِلـْعَالـَمِيْنَ هُدًى وَ رَحْمَة ً وَ جَعـَلَ رِِزْ قـَهُ تـَحْتَ ظِلِّ رِمحِهِ, وَ النـَّصْرُ وَ العـِزَّةُ لِمَنْ اَطـَاعَهُ وَ اَتـْـبَعَهُ, والذِّ لـَة ُ وَ الصَّغـَارُ لِمَنْ خَالـَفَ اَمْرَهُ, صَلىَّ اللهُ وَ سَلّمَ وَ بَارَكَ عَلـَيْهِ وَ عـَلىَ آلِهِ الـطَّـيـِّبـِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ وَعَلىَ صَحَابَتِهِ العِزِّ المَيَامِيْنَ وَ التـَّابـِعِيْنَ َومَنْ تـَبـِعَهُمْ بـِاحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّ يْنِ. اَمَّا بَعْدُ.

 فـَاُوْصِيْكـُمْ اَيُّهَا النـَّاسُ وَ نـَفـْسِي بـِتـَـقـْوَى اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ وَ قـَالَ تـَعَالىَ : ( وَمَا آتاكـُمُ الرَّسُوْلُ فـَخـُذ ُوْهُ وَ مَا نـَهَاكـُمْ فـَاانـْتـَهـُوْا) الحشر :7)

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at   رَحِمَكـُمُ اللهُ !

Melalui mimbar ini, saya sebagai khatib ingin menyampaikan wasiat kepada jama’ah shalat jum’at ini termasuk diri saya untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa kita semua dengan banyak dzikir, ibadah dan amal sholeh dan menjauhi kemaksiatan lahir dan bathin, semoga dengan demikian akan kita capai ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan dunia dan akherat, Amien…

Diantara hal yang penting dalam urusan agama yang harus kita ketahui adalah memahami arti TAWAKKAL.

MUKADIMMAH

 

Hadirin jama’ah shalat jum’at  بَارَكَ اللهُ لـَكـُمْ  !

Siapakah diantara kita yang ingin sukses dunia akherat ? Saya yakin semua akan menjawab, kita semua ingin / kami semua ingin. Bagaimana caranya ? Dengan apa menempuhnya ? Lamakah atau sebentarkah ? Resikonya sebesar apa ? Dari mana dan kapan memulai ?

Beberapa pertanyaan itu telah dijawab dengan berbagai aktifitas yang dijalani manusia dari dahulu sampai dengan sekarang. Karena apa yang mereka lakukan adalah غريزة / Instink atau pembawaan manusia sejak lahir.

Diantara contohnya di pagi-pagi buta sekali mereka telah bersiap-siap bekerja dan mencari nafkah keluar rumah, baik sebagai petani, pedagang, karyawan, baik atasan maupun bawahan, baik pejabat tinggi maupun rakyat biasa, kaya maupun miskin, demi sesuap nasi, menambah kekayaan maupun meningkatkan karirnya, semua mereka jalani dengan segala suka dukanya dan dinamikanya. Ada yang bersabar sehingga sukses, ada yang tidak sabar akhirnya gagal, ada yang taat aturan dan memperhatikan nilai-nilai agama, ada yang menghalalkan segala cara dengan berbuat kecurangan dan kebohongan, ada yang yakin hidup ini ibadah, ada yang tidak meyakini ada hubungan antara kehidupan dunia dan akhirat, sehingga berbuat semena-mena, tanpa rasa takut dosa dan maksiat, Prisnsipnya yang penting DAPAT. Padahal kita diingiatkan oleh Rosulullah SAW :

لاَيَحْمِلـَنـَّكـُمْ اِسْتـِبْطَاءُ الرِّزْقِ اَنْ تـَأخُذ ُوْهُ بـِمَعْصِيَةِ اللهِ فـَإنّ اللهَ لاَ يَنـَالُ مَا عِنـْدَهُ إلاَّبـِطَاعَتِهِ (راوه البزار)

“ Janganlah keterlambatan memperoleh rizki membawa kamu sekalian berbuat maksiat kepada Allah, karena apa yang ada disisi Allah tidak akan diberikan kecuali dengan mentaati-Nya “

Khatib kira cukup jelas maksud Hadits Nbi Muhammad SAW Riwayat A-Bazzar tersebut. Yaitu kalau kita ingin memperoleh pertolongan Allah Baik kedudukan, harta, kemulian maka harus TAAT Kepada AGAMA.

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at   هَدَاكـُمُ اللهُ !

Artinya kita tak boleh saling makan sesame kita, saling mendzolimi, saling menipu, saling berkelahi untuk memperoleh kedudukan hasta dan kemuliaan. Tapi mentaati aturan main dan tak menyimpang dari REL AGAMA

اتـَقـُوْ اللهَ حَقَّ تـُقـَاتِهِ وَلاَ تـَمُوْتـُنَّ اِلاَ وَ اَنـْتـُمْ مُسْلِمُوْنَ

Sebagai seorang muslim harus taat kepada agama atau bertaqwa sampai ajal menjemput kita. Apapun lapangan kehidupan yang kita jalani kita adalah seorang muslim, maka dari mulai awal kita melangkah, niat kita/Bismillah kita ibadah, taat pada aturan agama dan Negara, sungguh-sungguh, tekun dan rajin, tak asal kerja …. Karena semua yang kita lakukan bukan hanya dipertanggungjawabkan dihadapan manusia/atasan kita, tapi juga dihadapan Allah SWT kelak. Setelah kerja dengan benar, apalagi ? “ Kita TAWAKKAL Kepada Allah SWT”

  مَعَاشِرُ الْمُسْلِمِيْنَ اَسْعـَدَ كـُمُ اللهُ حَيَاتـَكـُمْ !

Tawakkal adalah keimanan kepada yang ghaib setelah melaksanakan berbagai wasilah yang disyariatkan di dalam alam nyata atau meneyerahkan urusanya Kepada Allah setelah melaksanakan berbagai tuntukan dan kewajiban yang harus dilakukan seseorang dalam bekerja atau berusaha.

Faktor pendorong pertama bertawakkal adalah Tauhid, yaitu keyakinan akan ke-esaan Allah dengan segala sifat-sifat-Nya yang sempurna dan beribaah kepada Allah semata-mata.

Besar kecilnya tawakkal seseorang tergantung dari sebesar apa anda memohon kepada Allah SWT dan beribadah kepada-Nya. Maka tawakkal menduduki kedudukan tertinggi, teragung dan terhormat dalam tauhid. Bahkan tawakkal menjadi syarat keimanan dan keislaman seseorang. Karena tanpa tawakkal keimanan dan keislaman seseorang dianggap belum sempurna.

Dalam Al-Qur’an disebutkan QS Yunus ayat 84 yang artinya :

-“ Dan Musa berkata : Wahai kaumku ! Apabila kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya, jika kamu benar-benar orang muslim (berserah diri).

-Dalam surat al-Maidah ayat 23 disebutkan : “ …. Serbulah mereka melalui pintu gerbang (negeri) itu. Jika kamu memasukinya niscaya kamu menang. Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.

Umar bin Khattab r.a berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAH bersabda:

Seandainya kamu sekalian bertwakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Allah memberikan rizki kepadamu sebagaimana diberi rizkinya burung, berangkat dalam keadaan perut kosong / kelaparan dan kembali dalam keadaan keyang (HR. Tirmidzi).

Ibnu Mas’ud RA berkata :

Diantara ciri lemahnya keyakinan adalah engkau menyukai orang sementara Allah murka, engkau memuji orang karena kekayaannya yang merupakan anugrah Allah dan mencela mereka karena Allah tidak memberinya kepadamu. Padahal anugrah Allah itu diberikan bukan karena kesungguhan seseorang dan tidak bisa ditolak karena kebencian seseorang. Dengan keadilan Allah, Allah memberikan kemenangan dan kegembiran karena iman dan Ridho. Dan Allah membuat penderitaan dan kesedihan karena keraguan manusia dan murka Allah.

Jama’ah Shalat Jum’at   اَسْعـَدَ كـُمُ اللهُ حَيَاتـَكـُمْ  !

Siapakah orang yang patut kita teladani dalam bertawakkal kepada Allah ? Tentu saja junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Beliau memadukan antara usaha manusia dan berhati-hati sebagai pertintah Allah & tawakkal sebagai keimanan kepada Allah.

  1. Dalam perjalanan hijrahnya, beliau bersembunyi di gua Tsur untuk menghindari kejaran orang-orang kafir.
  2. Beliau tampil dalam peperangan dengan memakai baju besi.
  3. Beliau juga berobat ketika sakit.
  4. Beliau memerintahkan menutup pintu dan memadamkan api ketika tidur malam.
  5. Beliau mengatakan kepada pemilik unta supaya mengikat untanya kemudian setelah itu baru bertwakkal.

Allah SWT dalam Al-Qur’an juga memberkan contoh bentuk-bentuk tawakkal yang benar yaitu dengan mencurahkan segala kemampuan dan kehatia-hatian dahulu, tak menjadikan kelemahannya sebagai tawakkal dan tawakkalnya sebagai kelemahan kalau mengalami kesulitan itu sudah menjadi takdir Allah dan kalau diberi kemudahan itu karena anugerah Allah.

–          Seperti diperintahnya Nabi Luth AS. untuk pergi beserta keluarganya meninggalkan kampong halamannya yang tak bermoral di malam hari (Q.S. Hud (11):81 dan Q.S Al-Hijr (15):65).

–          Allah juga mewahyukan kepada Nabu Musa AS. …”Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hambaku(Bani Israil), Sebab kamu pasti akan dikejar” (Q.S.Asy-Syu’ara(26):52).

–          Dalam Q.S An-Nisa (4):71 Allah berfirman “wahai orang-orang yang beriman ! Bersiap- siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) secara berkelompok, atau majulah bersama-sama(serentak)”.

–          Dalam Q.S Ali Imron (3):159: “… dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, Karena apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah “

   مَعَاشِرُ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكـُمُ اللهِ !

Apakah yang bisa diambil oleh ummmat islam sekarang dengan berbagai contoh tawakkal dalam Al-Qur’an ? Tentu saja banyak hal yang rumit dan susah ditembus akan terpecahkan seperti kasus keterbelekangan ekososbud dan moralitas bangsa dan umat ini. Sperti dialami oleh para nabi dan orang-orang yang saleh terdahulu. Mereka ini menghadapi hambatan dan rintangan yang tidak kecil, mereka difitnah, diteror, diintimidasi, diusir dalam mendakwahkan kebenaran dan memecahkan problematika umat di bidang ekososbud dan moralitas juga. Maka dengan mengharap pertolongan Allah dan bersandar kepada-Nya / bertawakkal kepada-Nya. Sikap itu telah mampu menyinari kegelapan masa depan mereka dan menolong mereka menghadapi berbagai bahaya dengan tkead yang bilat, keyakinan dan ketenangan.

Bagaimana takutnya Nabi Musa & Harun ketika diperintahkan menemui Fir’aun, “… Ya Tuha kami, sungguh kami khawatir dia akan segera menyiksa kami atau bertambah melampaui batas (45).

Dijawab oleh Allah dengan sikap tawakkalnya itu:

“… Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya aku bersama kamu berdua. Aku mendegar dan Aku melihat (46) Q.S. Thaha (20) 45-46.

Maka sikap tawakkal yang membuat gelap jadi terang hakekatnya adaah perasaan kita yang selalu disertai Allah ( مَعِيَّة ُاللهِ ) dan diperhatikan oleh-Nya. Cobaah kita perhatian jawaban Nabi Syuaeb yang mewakili pernyataan para Nabi Allah dan orang yang soleh dalam menghadapi ancaman pengusiran dari orang yang dzalim dan pemurtadan Q.S.Al-A’raf (7):89.

“ Sungguh kami telah mengada-ngadakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, setelah Allah melepaskan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepada-Nya, kecuali jika Allah Tuhan kami menghendakiya. Pengetahuan Tuhan kami meliptui segala sesuatu. Hanya kepada Alla kami bertwakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak(adil) Engkaulah Pemberi keputusan terbaik (89).

Supaya kita memiliki sikap tawakkal, tentu saja kita harus membiasakan diri dalam setiap langkah kita dengan persiapan yang matang, sebelum mengerjakan sesuatu. Kemudian keluar dari rumah kita ke tempat pekerjaan kita dengan mengucapkan :

 

باِسْمِ اللهِ تـَوَكــَّلـْتُ عَلىَ اللهُ لاَ حَوْلَ وَلاَ قـُوَّةً اِلاَّ بـِاللهِ, اللَّـهُمَّ اِنـِّي اَعُوْذُ بـِكَ اَنْ اِزِلَّ اَوْ اُزَلُّ, وَاِضِلَّ اَوْ ا ُضَلُّ, اَوْ اَظْلِمَ اَوْ اُظْلِمَ, اَوْ اَجْهَلُ اَوْ يُجْهَلُ عَلَيَّ”

Yang artinya :

“Dengan menyebut nama Allah, Aku bertwakkal kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuai atas izin dan pertolongan Allah, Ya Allah sesungguhnya aku berlindung keoaa-Mu dari tegelincir dan digelincirkan, dari tersesat atau disesatkan, dari bebuat dzalim atau didzalimi, dari berbuat bodoh atau dibodohi”.

 

Atau berdizkir seperti yang biasa dibaca oleh Rasulullah SAW :

  اللَّهُمَّ لـَكَ اَسْلـَمْتُ وَ بـِكَ آمَنـْتُ, وَ عَلـَيْكَ تـَوَكـَّلـْتُ, وَاِلـَيْكَ خَاصَمْتُ, اَعُوْذ ُ بـِعِزَّتِكَ, لاَ اِلـَهَ اِلاَّ اَنـْتَ الْحَيُّ الـَّذِي لاَيَمُوْتُ, وَ الـْجـِنُّ وَ الاِنـْسُ يَمُوْتـُوْنَ

Yang artinya :

“Ya Allah, hanya kepad-Mu, aku tunduk beriman bertwakka;, kembali dan mengadu. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, tida tuhan selain Engkau Yang Maha Hidup dan tak akan mati, sedangkan jin dan manusia akan mati”.      

 

Barang siapa yang mengatakan :

باِسْمِ اللهِ تـَوَكــَّلـْتُ عَلىَ اللهُ لاَ حَوْلَ وَلاَ قـُوَّةً اِلاَّ بـِاللهِ

Orang itu akan diberikan kecukupan penjagaan dan hidayah, dan Syaithon akan menjauhinya dan akan mengatakan kepada Syaithon yang lain : “ Apa yang diharapkan dari seorang yang telah diberi hidayah, kecukupan, dan penjagaan Allah.”

Sebagaimana tertuang dalam Q.S. An-Nahl (16)99. “ Sungguh, Setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhan”

  باَرَكَ اللهُ ليِ وَ لـَكـُمْ فِي القـُرْآنِ العَظِيْمِ وَ نـَفـَعَنِي بـِمَا  فـِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذ ِّكـْرِ الحـَكـِيْمِ وَ تـَقـَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَ مِنـْكـُمْ تِلاَوَتـَهُ اِنـَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ.

 

 

 

Khutbah Kedua

 

الحَمْدُ للهِ لاَشَرِيْكَ لـَهُ فيِ مَلـَكـِهِ. وَلاَ مَانِعَ لـَهُ فيِ اَمْرِهِ, وَلاَ مُـقـَاوَمَ لـَهُ فيِ عِزِّهِ, هُوَ المُتـَفـَرَّدُ باِلأمْرِ كـُلِّهِ, سُبْحَانـَهُ وَ بـِحَمْدِهِ جَلَّ ثـَنـَاؤُهُ ( وَ اللهً غـَيْبُ السَّمَوَاتِ وَ الأرْضَ وَ اِلـَيْهِ يَرْجـِعُ الامْرُ كـُلـُّهُ فـَاعْبُدْهُ وَ تـَوَكـَّلْ عَلـَيْهِ وَ مَا رَبُّكَ بـِغـَافـِلٍ عَمَّا تـَعْلـَمُوْنَ ( هود 11) : 123 )

Yang Artiya :

“Dan Milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertwakkallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak akan lengah tehrdap apa yang amu kerjakan “QS.Hud (11)23”

 

وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ . وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَ رَسُوْلـُهُ بَعـَثـَهُ اللهُ بـِا الهُدَى وَالدِّ يْنِ الحَقِّ لِيُظـْهِرَهُ عَلىَ الدِّ يْنِ كـُلـِّهِ, وَ صَلىَّ اللهُ عَلـَيْهِ وَ سَلـَّمَ وَ بَارَكَ عَلـَيْهِ وَ عَلىَ آلِهِ  وَ أصْحَابـِهِ وَ التابـِعِيْنَ  وَمَنْ تـَبـِعَهُمْ بـِاحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الد ِّيْنِ.

  اما بعد. ايها المسلمون رحمكم الله

Marilah kita berdoa kepada Allah supaya kita diberi pemahaman tentang Allah, sifat-sifat-Nya dan Asmaul Husna, supaya dengan demikian tawakkal kita kepada-Nya menjadi benar dan kuat.

Jangan sampai ada pemikirn bahwa akir kehidupan dan nasib manusia/mahluk hidup itu tidak jelas. Jangan samapai pula ada pemikiran bahwa ada kejadian di alam ini terjadi di luar kekuasaan dan kehendak-Nya.

Semua ada campur tangan Allah. Maka seseorang yang diputuskan Allah dari memperoleh rezeki niscaya ia tidak akan mendapatkannya meskipunia berusaha. Dan sebaliknya seseorang yang diputuskan Allah memperoleh rizki, maka rizki itu akan mencarinya dan mendatanginya meskipun ia duduk-duduk.

ان الله و ملائكته يصلون على النبي …..

اللهم صل على سيدنا محمد و على اله …..

قل اللهم ملك الملك تؤتي الملك من تشاء …..

ربنا آتنا في الدنيا حسنة و في الآخرة حسنة و قنا عذاب النار.

و صلى الله على سيدنا محمد و على آله و صحبه أجمعين و الحمد لله رب العالمين.

ان الله يأمركم بالعدل و الاحسان و ايتاء ذي القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تـذ كرون و ذكر الل اكبر. اقم الصلاة !

 

 

 

 

Email Autoresponder indonesia
author
quran in mY heart sciNce in mY mind
No Response

Leave a Reply