banner 468x60

MENGAMBIL PELAJARAN DARI HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW (Khutbah Jum’at di Masjid Al Muhajirin komplek Depag-Ciwaru Kota Serang)

banner 160x600
banner 468x60

ألحمدلله. ألحمدلله الذى قسم الزمان اعواما. وقسم الاعوام شهورا وأيّاما. على ما اقتضته الحكمة والتدبير .وافتتح كل عام بشهره المحرّم. وجمله بيوم عاشوراءالمعظّم. الّذى فضّله فىالجاهليّة والاسلام. أحمده سبحانه وتعالى واشكروه. واتوب اليه واستغفروه . واشهد ان لااله الاّ الله وحده لاشر يك له شهادة تنجى قائله يوم الزّحان. واشــهد انّ ســيّدنا محمّداعــبده ورســوله ســيّد الأنام. اللهمّ صلّ وسلّم على ســيّدنا مـحمّد ا لّذي انقذنا من الظّلام. وعلى اله وصحبه الكرام . (امّا بعد) فياعــبادالله, اتّقواالله حقّ تقاته ولاتموتنّ الاّ وأنـتـم مسـلمون. فقد قال الله تعالى فىالقرأن العظيم. اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيــم. ألا يعلــم من خلق وهو اللطــيف الخبــير
.

Maasyiral muslimin, jamaah sidang jum’at yang di rahmati Allah…

Marilah kembali kita pertebal dan kita pupuk keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. dengan memahami hakekat perjuangan hidup kita dan dengan segala tanggung jawabnya.
Karena hanya dengan bekal keimanan dan ketaqwaan itulah kita dapat menapaki proses kehidupan kita saat ini di dunia dan kelak di akhirat.

Muhammad Rasyid Ridho dalam ‘Tafsir Al – Manar ‘ menulis : “Keimanan membangkitkan sinar dalam akal, sehingga merupakan petunjuk jalan ketika berjumpa dengan gelap keraguan. Dengan keimanan inilah seseorang akan memperoleh buahnya yakni taqwa yang berarti menjaga tata krama syari’at, dengan landasan keikhlasan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.
Maasyiral muslimin, jamaah sidang jum’at yang di rahmati Allah…
Muharram adalah masa perang dengan kejahatan, masa perjuangan menghadapi musuh-musuh yang nyata maupun yang tersembunyi. Kemusyrikan, kekafiran, kemunafikan dan kefasiqan –musuh yang tersembunyi. Sedangkan godaan harta benda, wanita dan tahta merupakan musuh yang nyata
Pada bulan ini banyak manusia tidak tahan uji, mereka gagal melanjutkan perjalanan menuju tujuan. Mereka terpesona dengan ujian kenikmatan sementara, tidak tahan menanti kenikmatan yang abadi yang di janjikan. Janji syetan terkadang lebih menarik dari pada janji Allah swt.
Allah swt berfirman:
الشيطان يعد كم الفقر وياءمركم باالفحشاء والله يعدكم مغفرة منه وفضلا والله واسع عليم ( البقرة 268)
“ syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah maha luas (karuniaNya) lagi maha mengetahui”. (Al-Baqarah 268)
Hal ini menjadi senjata ampuh syaitan dan iblis untuk mengalahkan, melemahkan keimanan dan ketaqwaan kita, seperti disebutkan dalam Al-Qur’an 17: 64,
واستفزز من استطعت منهم بصوتك واجلب عليهم بخيلك ورجلك وشاركهم في الاموال والاولاد وعدهم وما يعدهم الشيطان الا غرورا(الاسراء 68)
“Dan asunglah siapa yang kamu sanggupi diantara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka”.
Sudah banyak bukti nyata yang dapat kita jadikan pelajaran untuk tidak mengikuti jejak mereka. Banyak manusia awalnya dipandang mulia dengan adanya anak, istri, harta , jabatan, popularitas, tiba-tiba menjadi hina karena selingkuh, korupsi, kolusi dan nepotisme. Bulan Muharram, adalah bulan cobaan berat bagi orang yang memuliakan dirinya dihadapan Allah swt.
Maasyiral muslimin, sidang jum’at yang dirahmati Allah
Saat ini kita memasuki Tahun Baru Hijriyah ke 1433, dengan datangnya tahun baru Islam ini, kita terkenang dengan peristiwa hijrah Rasulullah SAW bersama para sahabat dari kota Makkah ke Yatsrib. Peristiwa hijrah ini mengandung banyak nilai yang perlu kita kenang dan kita kembangkan dalam rangka pembinaan diri dan pembangunan umat sekarang dan yang akan datang.Bilamana kita telusuri kejadian demi kejadian serta suasana ketika berlangsungnya hijrah, kita bersua dengan nilai-nilai indah dan mengagumkan.
Maasyiral muslimin, sidang jum’at yang dirahmati Allah

Nilai-nilai yang perlu dijadikan mau’izhah yang sangat berharga, ialah antara lain :

1. Bahwa hijrah itu berlangsung atas izin Allah :
Allah SWT berfirman :وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَartinya “Dan ingatlah ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu/membunuhmu/mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (QS. 8 Al-Anfal 30).
Menurut Ibnu Abi Hatim berdasarkan keterangan dari Ibnu Abbas bahwa ayat 30 surat Anfal tersebut berkenaan dengan hasil rapat Pleno seluruh suku Quraisy yang bersepakat untuk membunuh Nabi Muhammad. Maka datanglah Jibril kepada Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk tidak tidur di tempat tidurnya yang biasa, dan memberitahukan tentang rencana perbuatan makar kaum kafir Quraisy. Maka Rasulullah SAW pada malam itu tidak tidur di rumahnya, dan Allah memerintahkan/memberi izin untuk meninggalkan kota Makkah ke Yatsrib.
2. Peranan Generasi Muda Islam.
Peran Ali bin Abi Thalib dalam skenario Hijrah sesuai perintah dan izin Allah itu besar sekali peranannya. Ali yang masih muda belia memiliki keberanian luar biasa, ikhlas, berani mati, meng­gantikan Nabi Muhammad SAW tidur di rumah yang dikepung kafir Quarisy yang sudah merencanakan pembunuhan terhadap pengikut Nabi, dan beliau selamat. Sesudah Ali menyelesaikan urusan-urusan tersisa seperti menyerahkan beberapa barang titipan milik orang lain, ia menyusul Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar ke Yastrib dengan berjalan kaki seorang diri yang berjarak + 425 km.Menurut DR Husain Haikal dalam buku “Hayaatu Muhammad”, pada siang hari Ali bersembunyi dari kejaran musuh, pada malam harinya ia berjalan kaki melalui batu-batu cadas yang runcing dan padang pasir luas, 15 hari baru tiba di Quba, dan beberapa hari saja terlambat dari Rasulullah.
3. Membangun Masjid Yang Pertama Dalam Islam.
Bangunan yang pertama-tama didirikan Rasulullah ketika tiba di Quba + 17 km dari Madinah ialah sebuah masjid yang sampai dengan sekarang diziarahi oleh setiap jama’ah haji dan umroh dari berbagai pelosok dunia, 4 hari setelah itu Rasulullah dan rombongan meneruskan perjalanan ke Yastrib (Madinah sekarang) dan mendirikan pula Masjid Nabawi yang sangat terkenal di Madinah. Jadi yang pertama-tama dibangun oleh Nabi bukanlah rumah beliau atau istana yang megah, tetapi masjid tempat beribadah kepada Allah SWT. Dalam membangun masjid itu, Nabi turut bekerja dengan tangannya sendiri, bersama-sama kaum Muhajirin dan Anshor. Masjid tersebut merupakan sebuah ruangan terbuka yang luas, hanya sebagian beratap dengan daun dan pelepah korma dan sebagian lagi dibiarkan terbuka.Selesai masjid dibangun barulah dibangun pula rumah tempat tinggal Nabi bersama keluarganya yang serba sederhana, tetapi dari masjid dan rumah sederhana itulah memancarkan cahaya kemuliaan, kesucian rohani dan kehebatan kekuatan iman yang dapat menaklukkan Timur dan Barat di kemudian hari, makanya kota tersebut dinamakan Madinatul Munawaroh.
4. Ukhuwah Islamiyah
Nilai keempat yang patut kita renungkan dari peristiwa hijrah itu ialah dipersaudarakannya kaum Muhajirin yang hijrah dengan membawa penderitaan, kemiskinan dan kesusahan dengan kaum Anshor yang dengan segala keichlasannya membantu saudara-saudaranya (Muhajirin). Dari kedua potensi Muhajirin dan Anshor inilah masyarakat Islam berkembang ke pelbagai pelosok dunia yang bertolak belakang sekali dengan kenyataan kaum Muslimin beberapa abad kemudian. Ukhuwah Islamiyah itu secara pelan-pelan telah berubah menjadi barang langka, menjadi semakin asing dan yang tinggal hanyalah permainan kata yang tidak mempunyai makna sama sekali, silang sengketa, pergeseran tajam, permusuhan bahkan peperangan sesama muslim telah sering terjadi. Seolah-olah petunjuk dari ayat-ayat sebagai persaudaraan Islam serta fakta historis yang telah dibangun Rasulullah ini disepelekan, diletakkan ke pinggir di bawah kepentingan yang bermacam-macam.

5. Pembangunan Masyarakat Islam
Nilai ke-5 yang kita peroleh dari peristiwa hijrah ialah pembangunan rohani, mental dan iman yang kokoh menghadapi berbagai penderitaan selama 13 tahun di Mekkah, dilanjutkan dengan babak baru di Madinah.Aspek imani yang dibina di Mekkah seperti ; sabar, tawakkal, ikhlas, percaya diri sendiri serta keyakinan tauhid kepada Allah dan sesudah tiba di Madinah diwujudkan secara nyata di dalam pergaulan kemasyarakatan. Aspek-aspek iman semakin diperdalam, aspek-aspek sosial, ekonomi, politik, budaya dan HANKAM mulai ditata rapi menurut tuntunan Allah, sehingga terwujudlah bangunan masyarakat Islam yang pertama di Madinah.
Itulah sebagian kejadian yang berlangsung disekitar peristiwa hijrah Rasulullah SAW yang menjadi historis perjuangan Nabi dan para sahabat, serta menjadi teladan umatnya di kemudian hari sampai dengan kini. Tapi apakah saat-saat seperti pergantian tahun Hijriyah ini hanya cukup diperingati dengan mengagung-agungkan kesuksesan/kegemilangannya pada zaman Nabi itu. Walaupun terasa tahun demi tahun, demi syi’ar Islam, masyarakat tambah meriah menyambut tahun hijriyah ini bahkan mereka peringati dengan spanduk-spanduk, ucapan-ucapan, berpesta riya hingga meniru-niru perayaan pergantian tahun baru pada agama lain. Tentunya, bukan itu maksud kita memperingati pergantian tahun Hijriyah itu.
Perintah hijrah kepada Nabi SAW merupakan titik pemisah antara masa Mekkah dan masa Madinah, dan sebagai awal perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam. Sebab 13 tahun di Mekkah baru sedikit sekali jumlah yang mengikuti agama Islam, barulah berkembang di Madinah. Oleh karena itu titik pemisah antara Mekkah dan Madinah bisa diartikan pula sebagai titik pemisah antara yang Bathil dan yang Haqq, antara syirik dan tauhid, antara umat jahiliyah dan umat berhidayah. Di sinilah makna mendalami kalender Hijriyah itu.
Dalam Hijriyah itu sendiri tidak bisa dipungkiri adanya 2 hal : Hijriyah lahiriyah dan hijriyah batiniah/rohaniah. Kalau lahiriyah artinya hijrah secara fisik yang menurut Nabi sudah tidak ada lagi. Yang diperlu sekali pada saat-saat seperti sekarang ini demi menyelamatkan diri pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa adalah hijrah batiniah. Katakanlah kita sudah mengadakan reformasi, tapi sayangnya reformasi seolah hanya berhenti di situ saja, mengapa ? Karena reformasi yang kita usung tidak disertai semangat hijrah secara batiniah yakni semangat untuk menanggalkan hal-hal buruk kearah yang lebih baik.
Semangat untuk tidak mementingkan diri sendiri, tidak mementingkan keluarga/kelompok, tapi lebih mementingkan kehidupan berbangsa dan bernegara, semangat untuk tidak berkorupsi, tapi semangat untuk terus ikhlas mengabdi, semangat untuk tidak mendengki tapi semangat untuk lebih bertoleransi, semangat untuk tidak malas, tapi harus bekerja keras.
Firman Allah dala Surat Al-Muddatsir 74 : 5, وَالرُّجْزَفَاهْجُرْ , artinya : “Dan dari apa-apa yang dosa, kotor, maksiat dan segala yang jelek harus hendaklah kamu berhijrah”. Artinya hijrah secara non fisik dengan nurani yang paling dalam.

Khutbah kedua
الحمد لله حمدا كما امر اشهد ان لا اله الا الله وحده لاشريك له واشهد من محمدا عبده ورسوله وصلي الله على سيدنا محمد وعلى اله و اصحابه اجمعين وسلم تسليما كثيرا . اما بعد فيا ايها الناس اوصيكم واياي بتقوى الله . الى الخير قر يبا وعن الشر بعيدا ولا تفرطوا من ذلك وانتم سعيدا ومسعودا. ان الله وملئكته يصلون على النبي يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما اللهم صل الله علي سيد نا محمد وعلي اله وصحبه اجمعين
Maasyiral muslimin rahimakumullah, marilah di akhir khutbah kedua ini kita berdo’a bersama-sama semoga Allah mengabulkan do’a kita bersama amin ya robbal ‘alamin….
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات وأصلح ذات بينهم وألف بين قلوبهم واجعل في قلوبهم الإيمان والحكمة وثبتهم على ملة رسولك وأوزعهم أن يوفوا بعهدك الذي عاهدتهم عليه وانصرهم على عدوك وعدوهم اللهم ادفع عنا البلآء والوبآء والفخشاء والمنكروالبغي والسيوف المختلفة والشدائد والمحن ما ظهرمنها وما بطن من بلدنا هذا وسآئر بلدان المسلمين عامة انك على كل شيئ قدير. ربنااغفر لنا ولا خواننا الذين سبقونا بالأمان ولاتجعل فى قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤف رحيم. البر الكريم التواب الرحيم
ان الله ياء مر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهي عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. ولذكر الله اكبر.
واقم الصلاة……………

Email Autoresponder indonesia
author

Kholid Makmun

One Response
  1. author

    shobaruddin4 years ago

    ass wm wb. abah mhn ijin numpang ngaji. Jaz Khairan….

    Reply

Leave a Reply