banner 468x60

 Hukum melakukan puasa dalam keadaan junub (belum mandi besar)

banner 160x600
banner 468x60

Apabila terbit fajar shadiq (waktu subuh) dan kemudian datang haid atau nifas maka tidak sah berpuasa, apabila perempuan yang haid atau nifas tetap memaksakan berpuasa maka batal/ tidak sah puasanya. Akan tetapi apabila darah haid/ nifas sudah berhenti (mampet) sebelum terbit fajar shadiq sementara perempuan tersebut baru melakukan mandi besar (junub) setelah fajar shadiq (subuh) maka puasanya tetep sah begitu juga dengan junub dengan sebab salain haid dan nifas (hubungan badan baik dalam keadaan sadar atau dengan tidak sadar/ mimpi basah) maka puasa tetap sah walaupun belum melakukan mandi besar sampai waktu subuh tiba. Karena pada dasarnya mandi besar (mandi junub) adalah merupakan syarat untuk mengerjakan shalat dan ibadah yang lain tapi bukan merupakan syarat sah dan tidaknya puasa. Di sebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra: “ bahwa Nabi Muhammad saw. Pernah dalam kedaan junub pada waktu subuh dan beliau dalam keadaan menjalankan ibadah puasa (sudah masuk waktu subuh akan tetapi beliau belum sempat untuk melakukan mandi besar-junub) kemudian beliau saw. Dengan segera mengerjakan mandi besar dan langsung mengejakan shalat subuh berjamaah dengan para sahabat”.

 

Disarikan oleh: Kholid Ma’mun  dari kitab فتاوى من احسن الكلام فى الفتاوى والاحكام لفضيلة الشيخ عطية صقر – الجز الثانى- المكتبة التوفيقية- hal 31

Email Autoresponder indonesia
author
Kholid Makmun
No Response

Leave a Reply